
Kawah ijen merupakan kawah yang
masih aktif dan terletak diantara gunung raung banyuwangi . Kawah ijen terletak
di sebelah timur gunung merapi yang berada di kecamatan licin , kabupaten
banyuwangi . Kawah ijen termaksud kawasan paling asam di Indonesia , karna
kawah ini memproduksi kandungan asam terbesar di Indonesia . Suhu yang berkisar
antara 200-500 derajat celcius membuat perpaduan udara yang khas di daerah asam
kawah ijen .
Dari post kawah ijen menuju
kawah ijen , kita diharuskan hiking sekitar 2 jam untuk mencapai
kawah tersebut , ketinggian dan suhu selama
hiking merupakan suatu tantangan bagi saya , sebelumnya saya pernah mendaki
gunung dan sudah sering beradaptasi tengan jalan tinggi nya , namun saya pun
masih kuwalahan menahan suhu dingin dalam perjalanan menuju kawah . Perjalanan
menuju kawah ijen sangat dingin seperti layaknya mendaki gunung- gunung lain ,
namun jangan sangka suhu pun berubah drastis seketika kita mencapai kawah ijen
. Satu tips , usahakan berjalan pelan agar tidak kehabisan nafas dan tenaga ,
jangan lupa membawa bekal Persiapan untuk
di atas , karna memang panas dan gersangnya kawah tersebut . Gunakan
jaket dan sarung tangan , kacamata untuk menghindari suhu yang ekstrim di sana
.


Bagaimana untuk menuju ke sana ?
jika anda memulai perjalanan dari Surabaya anda dapat menggunakan bus ataupun
kereta api , namun untuk lebih memudahkan perjalanan backpacking anda . Anda
dapat menggunakan kereta api .
Dari
Malang
, anda dapat menggunakan kereta
api jurusan bayuwangi ekonomi , harganya
18rb per orang. Tidak perlu khawatir , untuk tidak mendapat tempat
duduk
, kereta ekonomi saat ini
sudah sangat nyaman , semua penumpang pasti
mendapat tempat duduk sesuai dengan nomer tiket kereta . Turunlah di stasiun
Banyuwangi baru lalu dari stasiun , naiklah angkot ke terminal sasak perot
(angkot nya bisa dengan nomer apa saja ) , jangan lupa bertanya kepada para
sopir angkot untuk mencari jurusan JAMBU dengan angkot bewarna orange .
Perjalanan dari terminal sasak perot
menuju jambu sekitar 1jam .Sesampainya di jambu , anda dapat menumpang
pada truk pengangkut belerang , namun pastinya tidak gratis
, anda diharuskan membayar
Rp . 5000
dan jangan lupa prinsip backpacker , jangan
lupa menawar , jika anda beruntung , anda hanya akan membayar Rp.3000 namun ,
bila pak sopir berbaik hati , kata “gratis “ pun dapat anda dapatkan . Jadwal
pemberangkatan truk pengangkut belerang pada hari Senin-Minggu , kecuali jum’at
. Dan usahakan untuk berangkat pagi , sekitar pukul 06.00 – 08.00 , karna truk
masih lenggang , dan tidak terlalu panas , para pekerja pun masih belum terlalu
sibuk
, jadi tidak terlalu berdesak
desakan di truk , yah..karna ikut dengan truk pengangkut
belerang , otomatis kita harus ramah dengan
aroma khas belerang , dan keadaan truk tersebut . Namun , semakin kita menyatu
dengan alam semakin berarti kan perjalanan kita ? hehehe . Para pekerja
sangatlah ramah , bahkan di tengah perjalanan mereka pun tidak segan untuk
menceritakan daerah daerah di sekitar perkebunan kopi . Karna memang sebelum
menuju ke kawah ijen kita akan melewati perkebunan kopi dan coklat . Medan area
menuju kawah ijen sangat berbatu , disepanjang jalan saya melihat banyak jeep
offroad , memang lebih aman jika menggunakan jeep , tapi rata2 jeep tersebut
disediakan dari hotel yang terdapat paket wisata ke kawah ijen, dan tak ragu ,
penumpang jeep tersebut rata- rata turis mancanegara .
 |
| JEEP DAN PARA WISATAWAN MANCANEGARA |
Sesampainya di kawah ijen , kita
akan melewati polhut , seperti pos utama , dan kita pun diharuskan membayar
retribusi tiket sebesar 2rb , jika anda akan mendirikan tenda ,anda juga harus
membayar charge sebesar 15rb , dan disana juga disediakan penginapan yang
berharga sekitar 100rb – 300rb , sesuai dengan macam kamar . Setelah melakukan
proses registrasi , jangan lupa mampir di warung yang tersedia di sana , isilah
energi anda untuk menuju ke kawah ,
karna memang perjalanan yang jauh . Jika anda ingin menggunakan jasa guide
lokal, langsung saja bertanya ke pada penduduk atau pemilik warung di sana .
Saya memulai pendakian saya ,
awalnya saya belum terbiasa dengan suhu dengin di sana, karna memang saya salah
persiapan, kawah , yang terlintas di benak saya saat itu adalah suhuh yang
ekstrim dan panas , sehingga saya hanya menggunakan sweater tipis , dan menggunakan
sandal gunung , dan tanpa sarung tangan , jadilah saya beku selama pendakian
tersebut . Suhu yang dingin dengan curamnya jalan , saya terpaksa berhenti
sejenak untuk beristirahat dan mengabadikan moment indah tersebut . Ketika suhu
udara semakin normal , pertanda sudah akan mendekati kawah , saya sangat
antusias sekali , ketika saya melihat kea rah jurang , terlihat saya sudah
berada di ketinggian yang cukup membuat saya merinding , awan pun sudah
bersejajar dengan saya , dan tak buang waktu , saya melanjutkan perjalanan saya
untuk mencapai kawah ijen .
 |
| POTRET PEKERJA IJEN |
 |
| KERANJANG BELERANG |
Selama perjalanan pastilah terdapat
kepenatan karna memang hanya berjalan dan berjalan , hanya jurang , pohon2
tinggi dan para pekerja yang sibuk mengangkut belerang mereka . Para pekerja
tersebut , rata2 penduduk lokal sekitar kawah ijen , mereka dengan kuat dan
tangguh berjalan dengan membopong belerang yang beratnya sekitar 70 kg , dan
masyallah , saya pun tak bisa membayangkan , mereka harus berjalan sejauh itu ,
mendaki gunung , dengan peralatan seadanya , tanpa alas kaki , dan mereka sudah
terbiasa dengan suhu udara dingin dan panas nya di kawah tersebut . Untuk
pembagian hasil , setelah mereka mendapatkan belerang , mereka harus menimbang
di tempat penimbangan belerang .
Belerang tersebut dihargai R p 650/kg . Banyangkan jika mereka mengangkut
belerang seberat 70 kg , dengan usaha yang berat , mereka hanya mendapat upah
tak lebih dari 50rb . Benar-benar manusia tangguh .
 |
| TEMPAT PENIMBANGAN BELERANG |
Bau dan asap belerang mulai
menyengat hidung saya , saya semakin mempercepat langkah tidak sabar untuk
segera sampai , dan subhanallah .. gunung kapur , besar dan megah berdiri tegak
mengelilingi kawah yang bewarna hijau kebiruan , saya telah sampai di puncak
kawah ijen , udara berubah menjadi panas , dan bau asam dimana mana . Sayangnya,
pada saat itu para wisatawan dilarang turun ke danau kawah, karna status nya
yang sudah siaga . namun, saya tetap senang menikmati walau hanya duduk di
tepian kawah dan menyaksikan indahnya kawah tersebut .
Jangan lupa membeli souvernir untuk
teman dan keluarga anda, souvenir dijual sekitar 5rb rupiah yang berbentuk
macam-macam seperti hello kity kura2 , hitung2 membantu para pekerja dengan
membeli souvenir tersebut .
 |
| SOUVENIR |
Sungguh perjalanan yang tak
terlupakan di kawah ijen , bertemu teman baru , dan menambah pengalaman baru ,
terimakasih banyuwangi , dan para dewi pesona alam-MU . keep traveling and see
you guys on the next trip