Selasa, 28 Agustus 2012

KAWAH IJEN - BANYUWANGI



Kawah ijen merupakan kawah yang masih aktif dan terletak diantara gunung raung banyuwangi . Kawah ijen terletak di sebelah timur gunung merapi yang berada di kecamatan licin , kabupaten banyuwangi . Kawah ijen termaksud kawasan paling asam di Indonesia , karna kawah ini memproduksi kandungan asam terbesar di Indonesia . Suhu yang berkisar antara 200-500 derajat celcius membuat perpaduan udara yang khas di daerah asam kawah ijen .  Dari post kawah ijen menuju kawah ijen , kita diharuskan hiking sekitar 2 jam untuk mencapai  kawah tersebut , ketinggian dan suhu selama hiking merupakan suatu tantangan bagi saya , sebelumnya saya pernah mendaki gunung dan sudah sering beradaptasi tengan jalan tinggi nya , namun saya pun masih kuwalahan menahan suhu dingin dalam perjalanan menuju kawah . Perjalanan menuju kawah ijen sangat dingin seperti layaknya mendaki gunung- gunung lain , namun jangan sangka suhu pun berubah drastis seketika kita mencapai kawah ijen . Satu tips , usahakan berjalan pelan agar tidak kehabisan nafas dan tenaga , jangan lupa membawa bekal Persiapan untuk  di atas , karna memang panas dan gersangnya kawah tersebut . Gunakan jaket dan sarung tangan , kacamata untuk menghindari suhu yang ekstrim di sana . 




Bagaimana untuk menuju ke sana ? jika anda memulai perjalanan dari Surabaya anda dapat menggunakan bus ataupun kereta api , namun untuk lebih memudahkan perjalanan backpacking anda . Anda dapat menggunakan kereta api .  Dari Malang  , anda dapat menggunakan kereta api jurusan bayuwangi ekonomi , harganya  18rb per orang. Tidak perlu khawatir , untuk tidak mendapat tempat duduk  , kereta ekonomi saat ini  sudah sangat nyaman , semua penumpang pasti mendapat tempat duduk sesuai dengan nomer tiket kereta . Turunlah di stasiun Banyuwangi baru lalu dari stasiun , naiklah angkot ke terminal sasak perot (angkot nya bisa dengan nomer apa saja ) , jangan lupa bertanya kepada para sopir angkot untuk mencari jurusan JAMBU dengan angkot bewarna orange . Perjalanan dari terminal sasak perot  menuju jambu sekitar 1jam .Sesampainya di jambu , anda dapat menumpang pada truk pengangkut belerang , namun pastinya tidak gratis  , anda diharuskan membayar  Rp . 5000  dan jangan lupa prinsip backpacker , jangan lupa menawar , jika anda beruntung , anda hanya akan membayar Rp.3000 namun , bila pak sopir berbaik hati , kata “gratis “ pun dapat anda dapatkan . Jadwal pemberangkatan truk pengangkut belerang pada hari Senin-Minggu , kecuali jum’at . Dan usahakan untuk berangkat pagi , sekitar pukul 06.00 – 08.00 , karna truk masih lenggang , dan tidak terlalu panas , para pekerja pun masih belum terlalu sibuk  , jadi tidak terlalu berdesak desakan di truk , yah..karna ikut dengan truk pengangkut  belerang , otomatis kita harus ramah dengan aroma khas belerang , dan keadaan truk tersebut . Namun , semakin kita menyatu dengan alam semakin berarti kan perjalanan kita ? hehehe . Para pekerja sangatlah ramah , bahkan di tengah perjalanan mereka pun tidak segan untuk menceritakan daerah daerah di sekitar perkebunan kopi . Karna memang sebelum menuju ke kawah ijen kita akan melewati perkebunan kopi dan coklat . Medan area menuju kawah ijen sangat berbatu , disepanjang jalan saya melihat banyak jeep offroad , memang lebih aman jika menggunakan jeep , tapi rata2 jeep tersebut disediakan dari hotel yang terdapat paket wisata ke kawah ijen, dan tak ragu , penumpang jeep tersebut rata- rata turis mancanegara .  
JEEP DAN PARA WISATAWAN MANCANEGARA
 
 Sesampainya di kawah ijen , kita akan melewati polhut , seperti pos utama , dan kita pun diharuskan membayar retribusi tiket sebesar 2rb , jika anda akan mendirikan tenda ,anda juga harus membayar charge sebesar 15rb , dan disana juga disediakan penginapan yang berharga sekitar 100rb – 300rb , sesuai dengan macam kamar . Setelah melakukan proses registrasi , jangan lupa mampir di warung yang tersedia di sana , isilah energi  anda untuk menuju ke kawah , karna memang perjalanan yang jauh . Jika anda ingin menggunakan jasa guide lokal, langsung saja bertanya ke pada penduduk atau pemilik warung di sana .
Saya memulai pendakian saya , awalnya saya belum terbiasa dengan suhu dengin di sana, karna memang saya salah persiapan, kawah , yang terlintas di benak saya saat itu adalah suhuh yang ekstrim dan panas , sehingga saya hanya menggunakan sweater tipis , dan menggunakan sandal gunung , dan tanpa sarung tangan , jadilah saya beku selama pendakian tersebut . Suhu yang dingin dengan curamnya jalan , saya terpaksa berhenti sejenak untuk beristirahat dan mengabadikan moment indah tersebut . Ketika suhu udara semakin normal , pertanda sudah akan mendekati kawah , saya sangat antusias sekali , ketika saya melihat kea rah jurang , terlihat saya sudah berada di ketinggian yang cukup membuat saya merinding , awan pun sudah bersejajar dengan saya , dan tak buang waktu , saya melanjutkan perjalanan saya untuk mencapai kawah ijen . 

POTRET PEKERJA IJEN
KERANJANG BELERANG


Selama perjalanan pastilah terdapat kepenatan karna memang hanya berjalan dan berjalan , hanya jurang , pohon2 tinggi dan para pekerja yang sibuk mengangkut belerang mereka . Para pekerja tersebut , rata2 penduduk lokal sekitar kawah ijen , mereka dengan kuat dan tangguh berjalan dengan membopong belerang yang beratnya sekitar 70 kg , dan masyallah , saya pun tak bisa membayangkan , mereka harus berjalan sejauh itu , mendaki gunung , dengan peralatan seadanya , tanpa alas kaki , dan mereka sudah terbiasa dengan suhu udara dingin dan panas nya di kawah tersebut . Untuk pembagian hasil , setelah mereka mendapatkan belerang , mereka harus menimbang di tempat penimbangan  belerang . Belerang tersebut dihargai R p 650/kg . Banyangkan jika mereka mengangkut belerang seberat 70 kg , dengan usaha yang berat , mereka hanya mendapat upah tak lebih dari 50rb . Benar-benar manusia tangguh . 



TEMPAT PENIMBANGAN BELERANG

Bau dan asap belerang mulai menyengat hidung saya , saya semakin mempercepat langkah tidak sabar untuk segera sampai , dan subhanallah .. gunung kapur , besar dan megah berdiri tegak mengelilingi kawah yang bewarna hijau kebiruan , saya telah sampai di puncak kawah ijen , udara berubah menjadi panas , dan bau asam dimana mana . Sayangnya, pada saat itu para wisatawan dilarang turun ke danau kawah, karna status nya yang sudah siaga . namun, saya tetap senang menikmati walau hanya duduk di tepian kawah dan menyaksikan indahnya kawah tersebut .
Jangan lupa membeli souvernir untuk teman dan keluarga anda, souvenir dijual sekitar 5rb rupiah yang berbentuk macam-macam seperti hello kity kura2 , hitung2 membantu para pekerja dengan membeli souvenir tersebut .



SOUVENIR

Sungguh perjalanan yang tak terlupakan di kawah ijen , bertemu teman baru , dan menambah pengalaman baru , terimakasih banyuwangi , dan para dewi pesona alam-MU . keep traveling and see you guys on the next trip 

2 komentar:

Fahmi mengatakan...

pengen banget maen ke ijen :)

Alpian mengatakan...

Terima kasih info nya