sudah tidak asing lagi dengan nama gunung ini , gunung yang
merupakan salah satu yang masih aktif di jawa
timur ini . Gunung bromo , salah satu gunung diantara kota probolinggo ,
malang , dan Pasuruan . Merupakan salah satu gunung vulkanik yang masih aktif .
Suhu di sana berkisar antara 10 hingga 0 derajat . brrr bisa dibayangkan
bagaimana dingin nya di sana . Perjalanan dapat ditempuh melalui Surabaya namun
sepertinya agak sulit untuk akses angkutan umum ke sana. Hanya sekedar saran,
untuk melakukan perjalanan backpacker ke sana harus dibutuhkan tenaga extra ,
karna memang perjalanan sangat melelahkan melihat medan jalan untuk ke bromo .
Lebih baik lagi anda memesan jeep untuk menuju ke gunung bromo , penanjakan .
Lebih aman . Jangan melewatkan untuk menyaksikan matahari terbenam di pucuk
gunung bromo , kebetulan saat itu saya mendapat spot yang sangat tepat untuk
menikmati sunrise di samping itu kedatangan saya ke sana bertepatan saat
liburan musim panas di eropa dan notabene di sana pun dipenuhi oleh turis-turis
asing dari Negara eropa . Bayangkan seluruh pengunjung adalah orang eropa hanya
para penjual dan para guiding saja yang berwarga Negara Indonesia . Di satu
tempat dengan berbagai macam bahasa
eropa di sana . sudah seperti bukan di Indonesia melainkan di benua eropa .
Langit violet , dan orange mulai menampakan warnanya di langit pagi itu ,
dengan udara yang amat sangat dingin , sehingga memaksa saya untuk memakai kaus
tangan berlapis tiga , bahkan untuk membawa kamera pun saya tidak bisa, karna
bekunya tangan. Di tempat meyaksikan sunrise juga terdapat kedai kopi untuk
para pengunjung yang merasa kedinginan , dan juga disewakan mantel seharga
Rp.10.000 . Dari tempat parkir kea rah gazebo sunrise berjarak sekitar 300
meter , ditempuh dengan berjalan kaki .
Matahari mulai mengintip malu , masih enggan melihatkan
sosoknya . Saya dan para pengunjung lainya tak sabar untuk melihat bagus nya
langit pagi itu . setelah sang fajar mulai Nampak , suasana hening , yang
terdengar hanya jepretan kamera2 pengunjung yang berebut untuk mengambil moment
indah tersebut . Sunrise pagi itu dinikmati oleh berbagai kalangan , remaja ,
orang tua bahkan para pasangan bulan madu yang tak sungkan mengumbar kemesraan
nya di tempat itu . hahahaha . Setelah menikmati sunrise , kami pun melanjutkan perjalanan
kami ke lautan berpasir untuk mendekati ke penanjakan . Kami mengendarai jeep
untuk menuju ke tempat tersebut , jarak tempuh dari tempat melihat sunrise
hingga ke lautan pasir berkisaran 1 jam dengan medan jalan yang dipenuhi dengan
batu dan naik turun nya jalan. Di perjalanan jangan lupa membawa masker , karna
memang jalanan yang berdebu dan berpasir . Untuk anda yang enggan berjalan
menuju ke pananjakan , tidak usah
khawatir , di sana disediakan kuda . Dan otomatis anda pun harus membayar
sekitar 60rb untuk PP – pananjakan gunung pasir . Namun jangan
khawatir , itu pun bisa ditawar hingga separuh harga bahkan sampai seperempat
harga . namun , tidak sampai menuju pananjakan . hanya sampai separuh jalan ,
dan sisanya kita harus berjalan . Kebetulan saat itu saya tidak naik hingga ke
pananjakan hanya stay di lautan pasir , karna keadaan tubuh saya yg tidak fit
saat itu . saya hanya menyaksikan para wisatawan dan menyaksikan pura ditengah
lautan pasir . Terdapat tempat lain di bromo , yaitu pasir berbisik , yang
katanya tempat tersebut lebih bagus diantara yang lain , untuk menuju ke sana ,
anda bisa meminta supir jeep untuk mengantar anda ke sana , dan lagi2 kita
harus membayar . 100rb supir akan mengantar anda sampai ke pasir berbisik
tempat syuting film yang dibintangi oleh
dian sastrowardoyo :D .
1 komentar:
wiih disana pasti adem (dingin)
Posting Komentar