Rabu, 08 Agustus 2012

BROMO 2012




sudah tidak asing lagi dengan nama gunung ini , gunung yang merupakan salah satu yang masih aktif di jawa  timur ini . Gunung bromo , salah satu gunung diantara kota probolinggo , malang , dan Pasuruan . Merupakan salah satu gunung vulkanik yang masih aktif . Suhu di sana berkisar antara 10 hingga 0 derajat . brrr bisa dibayangkan bagaimana dingin nya di sana . Perjalanan dapat ditempuh melalui Surabaya namun sepertinya agak sulit untuk akses angkutan umum ke sana. Hanya sekedar saran, untuk melakukan perjalanan backpacker ke sana harus dibutuhkan tenaga extra , karna memang perjalanan sangat melelahkan melihat medan jalan untuk ke bromo . Lebih baik lagi anda memesan jeep untuk menuju ke gunung bromo , penanjakan . Lebih aman . Jangan melewatkan untuk menyaksikan matahari terbenam di pucuk gunung bromo , kebetulan saat itu saya mendapat spot yang sangat tepat untuk menikmati sunrise di samping itu kedatangan saya ke sana bertepatan saat liburan musim panas di eropa dan notabene di sana pun dipenuhi oleh turis-turis asing dari Negara eropa . Bayangkan seluruh pengunjung adalah orang eropa hanya para penjual dan para guiding saja yang berwarga Negara Indonesia . Di satu tempat dengan berbagai  macam bahasa eropa di sana . sudah seperti bukan di Indonesia melainkan di benua eropa . Langit violet , dan orange mulai menampakan warnanya di langit pagi itu , dengan udara yang amat sangat dingin , sehingga memaksa saya untuk memakai kaus tangan berlapis tiga , bahkan untuk membawa kamera pun saya tidak bisa, karna bekunya tangan. Di tempat meyaksikan sunrise juga terdapat kedai kopi untuk para pengunjung yang merasa kedinginan , dan juga disewakan mantel seharga Rp.10.000 . Dari tempat parkir kea rah gazebo sunrise berjarak sekitar 300 meter , ditempuh dengan berjalan kaki .


Matahari mulai mengintip malu , masih enggan melihatkan sosoknya . Saya dan para pengunjung lainya tak sabar untuk melihat bagus nya langit pagi itu . setelah sang fajar mulai Nampak , suasana hening , yang terdengar hanya jepretan kamera2 pengunjung yang berebut untuk mengambil moment indah tersebut . Sunrise pagi itu dinikmati oleh berbagai kalangan , remaja , orang tua bahkan para pasangan bulan madu yang tak sungkan mengumbar kemesraan nya di tempat itu . hahahaha . Setelah menikmati  sunrise , kami pun melanjutkan perjalanan kami ke lautan berpasir untuk mendekati ke penanjakan . Kami mengendarai jeep untuk menuju ke tempat tersebut , jarak tempuh dari tempat melihat sunrise hingga ke lautan pasir berkisaran 1 jam dengan medan jalan yang dipenuhi dengan batu dan naik turun nya jalan. Di perjalanan jangan lupa membawa masker , karna memang jalanan yang berdebu dan berpasir . Untuk anda yang enggan berjalan menuju  ke pananjakan , tidak usah khawatir , di sana disediakan kuda . Dan otomatis anda pun harus membayar sekitar  60rb untuk  PP – pananjakan gunung pasir . Namun jangan khawatir , itu pun bisa ditawar hingga separuh harga bahkan sampai seperempat harga . namun , tidak sampai menuju pananjakan . hanya sampai separuh jalan , dan sisanya kita harus berjalan . Kebetulan saat itu saya tidak naik hingga ke pananjakan hanya stay di lautan pasir , karna keadaan tubuh saya yg tidak fit saat itu . saya hanya menyaksikan para wisatawan dan menyaksikan pura ditengah lautan pasir . Terdapat tempat lain di bromo , yaitu pasir berbisik , yang katanya tempat tersebut lebih bagus diantara yang lain , untuk menuju ke sana , anda bisa meminta supir jeep untuk mengantar anda ke sana , dan lagi2 kita harus membayar . 100rb supir akan mengantar anda sampai ke pasir berbisik tempat  syuting film yang dibintangi oleh dian sastrowardoyo :D .
Setelah puas menikmati  gunung bromo , saatnya saya kembali ke hotel untuk taking the breakfast . dan lagi2 breakfast pagi itu tidak sesuai dengan selera saya , full of western . roti , pancake , panekuk , dan mentega , sehingga saya kesusahan untuk mencari nasi , meminta ke hotel juga pastinya kita harus membayar lagi , yah ..jadinya saya terpaksa untuk sarapan dengan roti tersebut . nyatanya, disekitar hotel tersebut , terdapat rumah penduduk yang menjual berbagai macam makanan Indonesia , hahaha beruntunglah saya , akhirnya saya pun mencicipi sambal dan nasi hangat untuk sarapan di bromo yang dingin pagi itu . Thank you bromo … for the night and the great day . jangan lupa mengunjungi bromo , tidak afdol untuk anda para pendaki gunung namun belum pernah menginjakan kaki dan melihat sunset di bromo . happy  traveling and keep traveling J . see you on the next trip .





1 komentar:

Unknown mengatakan...

wiih disana pasti adem (dingin)