Jumat, 20 April 2012

PANTAI SIPELOT


Hari libur paskah kemarin , saya dan teman saya memutuskan untuk pergi mengunjungi  pantai karna sumpeknya pikiran dengan aktivitas2 yang membosankan . Karna teman  saya orang asli malang dan saya yang tinggal di malang karna kebetulan saya study di univ di malang , jadi kami memutuskan untuk mengunjungi pantai selatan malang sipelot . Banyak orang belum pernah mendengar pantai sipelot , bahkan warga Malang pun banyak yang belum kenal pantai itu . Saya dan teman saya memilih mengunjungi tempat tersebut karna memang kami sangat penasaran dengan pantai tersebut . Perjalanan kami tempuh selama 3 jam dari kota Malang . Memang sangat jauh disbanding pantai2 lain di malang , tapi medan jalan menuju kea rah pantai tersebut sudah cukup baik . 


























Pemandangan di sepanjang jalan menuju pantai sangat mengagumkan , naik turun bukit . Beberapa kilometer sebelum pantai tersebut saya dikejutkan adanya sebuah pedesaan , bukan pedesaan , namun lebih mirip dengan kota kecil , bahkan didalamnya terdapat tiang GPS , dan kata teman saya cewek2 gadis di situ jg rumayan cantik, hahaha , karna di desa tersebut juga terdapat salon kecantikan untuk para warganya . awalnya saya bingung , karna selama perjalanan yang saya tempuh saya belum pernah melihat tanda tanda adanya pantai , hanya seperti hutan belantara , namun , setelah kami menuruni bukit , nah voila , akhirnya kita menemukan desiran ombak , dan ternyata pantai sipelot tersebut berada di kawasan  desa nelayan , banyak perahu2 nelayan di sekitar pantai , dan sangat sepi pengunjung di tengah antara pasir dan pantai terdapat suatu muara , muara tersebut tempat para nelayan mengumpulkan hasil dari melautnya . Dan yang membuat saya ngeri adalah di sepanjang rumah penduduk tersebut dipasang seperti  “ THINGS TO DO WHEN IT COMES THE TSUNAMI “. Saya tidak bs membayangkan , karna tidak ada jarak antara rumah2 para penduduk dengan pantai .
Pantai sipelot merupakan satu pantai yang saya tdk berenang dengan ombaknya , karna memang airnya yang keruh pada saat itu , dan angin yang kencang pada sore itu . Omabak di pantai sipelot tidak besar , karna terhalang oleh dua bukit . Banyak anjing2 liar di sekitar pantai yang notabene penduduknya memeluk agama Kristen , namun karna sifat gemeinscaft para penduduk sekitar , sangat terlihat mereka yang saling menghargai perbedaan . Moment yang kami tunggu adalah senja di pantai tersebut , kami menunggu senja sambil mengambil beberapa spot bagus untuk kamera kami . Karna kami yang sama2 memiliki hobi fotografi . Pantai tersebut tidak dipungut biaya untuk memasukinya , gratis . namun , kita dapat membeli jajanan yang dijual oleh para penduduk untuk membantu perekonomian desa tersebut . setelah menikmati senja , akhirnya kami memutuskan untuk kembali pulang . Dan pada saat itu hujan dan keadaan jalanan yang gelap dan naik turun , satu saran untuk anda sekalian , jika anda kembali dari pantai tersebut di malam hari , cobalah untuk meminta tolong pada nelayan tersebut (bareng ) supaya tidak terlalu seram . Thanks god for creating the best nature ever . Let’s love and keep our nature . nantikan perjalanan saya berikutnya J coucou …ox ox ox

Tidak ada komentar: